peluang budidaya ikan
Peluang Usaha
Budidaya Ikan Patin
Jika awalnya
budidaya ikan merupakan sebuah hobi, maka kini ini juga bisa dijadikan peluang
bisnis lho. Salah satunya adalah budidaya ikan patin. Mengapa ikan
patin?
Sebagaimana kita
ketahui bersama, ikan patin ini merupakan salah satu ikan air tawar yang
memiliki peluang ekonomi untuk dibudidayakan.
Ikan patin juga
sudah dikenal di mana-mana khususnya di masyarakat Indonesia, dan sudah
tersebar sampai ke pelosok di pedesaan, bahkan banyak yang menggemarinya.
Ikan patin atau
kerap dikenal dengan bahasa ilmiah bernama Pangasius hypophthalmus merupakan
ikan sejenis lele yang termasuk dalam golongancatfish.
Keduanya sama-sama
memiliki kumis atau sungut dengan karakteristik tidak memiliki sisik dan
memiliki semacam duri yang tajam di bagian siripnya.
Ikan ini memiliki
habitat asal di sungai kawasan Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Ukuran maksimal
ikan patin dapat mencapai 1-2 meter.
Mengapa budidaya
ikan patin saat ini tergolong salah satu usaha yang cukup potensial? Tentu Anda
ingin tahu kenapa alasannya.
Hal yang menarik lagi ikan patin banyak dicari pembeli karena
kaya akan kandungan gizi dan manfaat.
Ikan patin memiliki kandungan lemak rendah ketimbang jenis ikan
lainnya.
Kandungan lemak esensial DHA (4,74 %), EPA (0,31 %), dan lemak
tak jenuh USFA (50%).
Artinya ikan patin memiliki kandungan kolesterol rendah (21-39
mg/100 gram), maka bagus untuk dikonsumsi dan cocok untuk Anda yang sedang
menjalankan program diet.
Dengan demikian, meski harganya cukup tinggi ikan patin tidak
pernah sepi peminat.
Luar biasa bukan? Sudah berminat budidaya ikan patin?
Yuk simak bagaimana cara budidaya ikan patin yang
menguntungkan agar bisa cepat panen dan menikmati hasilnya!
Cara Budidaya Ikan Patin agar Cepat Panen
Umumnya, banyak pebisnis pemula yang menghindari bisnis budidaya
semacam ini. Alasannya karena takut gagal dan langsung terbayang repotnya
berbudidaya ikan.
Namun tahukah Anda bahwa budidaya ikan patin tidak sesusah yang
Anda bayangkan lho.
Anda bisa dengan mudah melakukannya dengan beberapa tips berikut
ini, dijamin Anda akan lebih cepat panen dan memperoleh untung:

#1 Mencari Lokasi yang
Tepat
Lokasi merupakan hal yang utama saat berbudidaya ikan patin,
karena pada dasarnya ikan patin memiliki habitat yaitu di alam bebas atau
sungai.
Untuk budidaya ikan patin ini Anda harus memahami syarat lokasi
yang cocok untuk habitat ikan patin.
Oleh karena itu, disarankan Anda memperhatikan beberapa hal
berikut saat akan memilih lokasi budidaya ikan patin:
- Pilih
lokasi budidaya ikan patin dengan jenis tanah lempung, karena cocok untuk
dijadikan kolam.
- Usahakan
lokasi berada ditempat yang terbuka, mendapatkan penyinaran matahari
- Kualitas
air, usahakan air untuk mengairi kolam budidaya ikan patin bersih, tidak
keruh atau tercemari limbah berbahaya.
- Suhu
air pada kolam yang ideal 26-28 derajat Celcius.
- pH
air dengan keasaman 6,5-7 (pH standar).
- Alternatif
lokasi lainnya untuk budidaya ikan patin yaitu model karamba, hal ini bisa
diterapkan jika dilingkungan Anda dekat dengan sungai, bendungan, maupun
irigasi lainnya dengan arus yang tidak besar.
- Untuk
membuat kolam Anda bisa bentuk seperti kolam pada ternak lele, karena
budidaya ikan patin hampir sama dengan lele.
#2 Pilih Bibit yang Baik
Faktor sukses budidaya ikan patin kedua terletak pada bibit ikan
patin itu sendiri.
Jika Anda baru belajar budidaya ikan patin, kami menyarankan
Anda untuk menggunakan bibit yang dibeli dari peternak, selain lebih cepat,
kualitas bibit sudah tidak diragukan lagi.
Setelah Anda berhasil budidaya ikan patin, Anda belajar tahap
pemijahan bibit patin sendiri.
Dalam memilih bibit ikan patin, Anda sebaiknya memperhatikan 4
faktor berikut:
- Cermati
fisik (kesehatan bibit) bibit, di mana benih patin berkualitas memiliki tubuh
proposional, dengan ciri berikut ini:
- Ukuran
antara kepala dan tubuh seimbang.
- Memiliki
pergerakan lincah, sungut sempurna, tidak ada luka, warna tubuh terlihat
mengkilat dan cerah.
- Ukuran
benih patin yang seragam, untuk menghindari kasus kanibal meskipun hal
tersebut jarang terjadi.
- Pastikan
benih yang Anda gunakan berasal dari induk berkualitas unggul, dan bukan
hasil pemijahan dari kekerabatan dekat atau inbreeding.
- Tanyakan
penyakit kepada penangkarnya, apakah bibit tersebut pernah terjangkit penyakit
atau tidak. Tanyakan pula bagaimana perlakuan bibit sebelumnya, apakah
menggunakan probiotik, vitamin, atau antibiotik.
#3 Pemeliharaan yang Tepat
Meski budidaya ikan patin tergolong cepat, tentunya Anda harus
melakukan pemeliharaan yang tepat agar ikan patin bisa dipanen tepat waktu dan
berukuran besar serta berkualitas baik.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk memelihara ikan patin
agar tumbuh dengan baik dan optimal:
- Kondisi
kolam budidaya ikan patin yang kurang baik dapat menyebabkan ikan mudah
terserang penyakit, dan kematian bibit ikan di kolam Anda. Untuk itu
upayakan air untuk mengaliri kolam harus berasal dari sumber yang bersih.
Jika kolam terlalu asam sebaiknya berikan kapur agar pH stabil.
- Sebelum
bibit dimasukkan kedalam kolam, perlu dilakukan pemupukan terlebih dahulu.
Tujuan pemupukkan ini adalah untuk merangsang pertumbuhan pakan alami yang
dibutuhkan oleh ikan.
- Pemberian
pakan yang bertahap (pagi dan sore hari), di mana pada bibit yang baru
dimasukkan kedalam kolam jangan diberikan pakan pelet terlebih dahulu,
biarkan bibit memakan zooplangton yang
sudah tersedia di kolam. Setelah itu baru bertahap anda berikan pakan
pelet. Jumlah pemberian pakan pada ikan Patin berubah setiap bulannya,
harus disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan ikan. Pakan yang diberikan
perhari adalah 3-5% dari berat badan ikan.
Penyebabnya adalah
karena saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait pembatasan
kuota impor ikan, sehingga peningkatan produksi ikan dalam negeri menjadi
tumpuan kebutuhan pasar lokal.
Ikan patin
merupakan ikan yang memiliki pertumbuhan cepat, sehingga budidaya ikan patin
menjadi alternatif dalam menangani hal tersebut.
Perlu Anda tahu
budidaya ikan patin di kolam tergolong sangat cepat, dalam waktu 6 bulan ikan
ini bisa tumbuh dengan panjang mencapai 35-40 cm dengan berat 1 kg, selama
pemeliharaan dilakukan secara teratur.
Selain itu, harga
jual ikan patin juga tergolong cukup tinggi, dan peminatnya tidak kalah banyak
dengan jenis ikan lainnya. Jadi Anda bisa
memperoleh untung cukup besar dari bisnis ini.
Komentar
Posting Komentar